Penggaraman merupakan cara pengawetan ikan yang
banyak dilakukan oleh pengolah ikan. Ikan yang diawet dengan garam disebut ikan
asin.
Garam yang dipakai berupa garam dapur NaCl) baik
yang berbentuk kristal maupun larutan.Fungsi garam untuk membunuh bakteri
secara langsung.
Kematian bakteri akibat garam menyerap air dari
tubuh ikan melalui poses osmosa. Akibatnya air bagi bakteri berkurang sehingga
metabolisme bakteri terganggu. Selain itu gram akan menyerap air dari tubuh
bakteri itu sendiri hingga bakteri mengalami plasmolisis akhirnya mati.
Penggaraman seringkali dilanjutkan dengan proses
pengeringan atau perebusan. Oleh karena itu kita menjumpai tiga macam ikan asin
yakni:
a. Ikan asin basah (tidak dikeringkan setelah
digarami)
b. Ikan asin kering
(dikeringkan setelah digarami)
c.
Ikan asin rebus
(direbus setelah digarami, misalnya ikan Pindang)
Garam yang
digunakan dalam proses penggaraman dapat dikelompokkan menjadi tiga kelas
seperti terlihat pada tabel di bawah ini:
Gambar 1. Penggaraman kering
Gambar 2.
Penggaraman basah
Gambar 3.
Penggaraman cara kench
SUMBER:
Masyamsir, 2001. Modul Penanganan Hasil Perikanan. Departemen
Pendidikan Nasional, Proyek Pengembangan Sistem dan Standar Pengelolaan SMK,
Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan, Jakarta.
REFERENSI:
Afrianto,
E. dan Evi Liviawati. 1991. Pengawetan dan Pengolahan Ikan. Penerbit Kanisius.
Yogyakarta. 123 hal.
Djariah
AS. 1995. Ikan Asin. Penerbit Kanisius. Yogyakarta. 56 hal.
Murniyati
AS dan Sunarman. 2000. Pendinginan, Pembekuan dan Pengawetan Ikan. Penerbit
Kanisius. Yogyakarta. 220 hal.
Purwaningsih
S. 2000. Teknologi Pembekuan Udang. Penerbit Penebar Swadaya. Jakarta. 73 hal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar