Jumat, 19 Oktober 2018

PENGENALAN DAN PENGGUNAAN OBAT IKAN

PENGENALAN DAN PENGGUNAAN OBAT IKAN


A. OBAT - OBATAN

Obat-obatan adalah senyawa atau campuran senyawa yang dipakai untuk mengurangi gejala penyakit atau untuk menyembuhkan penyakit. Obat-obatan termasuk pestisida pada budidaya ikan digunakan untuk mencegah dan mengobati (menyembuhkan) penyakit ikan yang disebabkan oleh hama dan berbagai penyakit infeksi (parasiter). 

Penggunaan obat-obatan dianggap sangat praktis, efektif dan murah. Tetapi obat-obatan kebanyakan tidak spesifik dan dapat menimbulkan strain bakteri yang resisten dan menimbulkan pencemaran lingkungan. 

Bagaimanapun bentuk penaggulangan penyakit ikan, bentuk pencegahan dengan menerapkan metode budidaya ikan yang tepat, mulai dari memilih lokasi, wadah budidaya, benih, hingga pemeliharaan dan seluruh aspek-aspek terkait, masih dianggap lebih unggul. Sebab penggunaan obat-obatan belum menjamin keberhasilan mencapai 100 %, penggunaan obat-obatan juga mempunyai efek samping dan beberapa kelemahan. Hendaknya penggunaan obat-obatan terutama bahan-bahan kimia, merupakan pilihan terakhir.

Efek Samping dan Kelemahan Beberapa Obat-obatan
Nama Obat
Efek Samping dan Kelemahan

Tetracycline












Chloramphenicol











Kelompok Nitrofuran
-         Furazolidon
-         Nifurpirinol





Kelompok Sulfa
-        Sulfadimethoxine
-        Sulfamonomethoxine
-        Sulfaquinoxaline
-        Sulfachloropirazine





Malachite Green



Kalium Permanganat (KMnO4) – Formalin
Iodium – Quinine sulfat

-         Menghambat pembekuan darah secara normal
-         Residu pada kulit
-         Berkurangnya jumlah bakteri akan diikuti pertumbuhan jamur yang hebat
-         Beracun bila digunakan bersama Methoxyflurane
-         Aktivitas menurun pada kondisi pH asam atau basa
-         Ditemukan sejak tahun 1948 dan sekarang sudah ada yang resisten (kebal)


-         Menyebabkan kerusakan jaringan pembentuk darah
      -   Nafsu makan menurun
-         Berat badan menurun
-         Kerusakan pada hati dan pankreas
-         Menurunkan daya tahan tubuh terhadap penyakit
-         Aktivitas menurun pada kondisi pH basa
-         Ditemukan sejak tahun 1949 dan sekarang sudah ada yang resisten.


-         Gangguan pada saluran pencernaan
-         Gangguan saraf periphere (perasa)
-         Gangguan alat reproduksi
-         Mengurangi nafsu makan
-         Menurunkan daya tahan tubuh terhadap penyakit
-         Sudah ada yang resisten


-         Akan terjadi resisten lebih cepat 
Pada bakteri
-         Menyebabkan stres berat
-         Menurunkan nafsu makan
-         Menghambat pertumbuhan
-         Menimbulkan kerusakan hati dan pankreas
-         Aktivitas menurun pada kondisi pH asam

-         Merusak anggota tubuh dan menyebabkan kanker (karsinogenik) terhadap pemakainya

  • Menurunkan daya tetas
  • Bersifat tidak selektif
  • Merusak paru-paru, mata dan anggota tubuh lainnya (terhadap pemakainya)

Dari berbagai sumber, dalam Taufik, 1994

B. VAKSINASI DAN IMUNISASI

Vaksin adalah satu antigen yang biasanya berasal dari suatu jasad patogen yang telah dilemahkan atau dimatikan, ditujukan untuk meningkatkan ketahanan (kekebalan) ikan atau menimbulkan kekebalan aktif terhadap suatu penyakit tertentu.

Vaksinasi merupakan salah satu upaya penanggulangan penyakit pada hewan (termasuk ikan) dengan cara pemberian vaksin ke dalam tubuh hewan agar memiliki ketahanan terhadap serangan penyakit.
Teknik pemakaian vaksin : 1. melalui suntikan
                                        2. melalui makanan/oral
                                        3. perendaman
                                        4. penyemprotan dengan tekanan tinggi

Faktor yang mempengaruhi vaksinasi :
  1. Temperatur, karena pada temperatur yang rendah, produksi antibodi lambat
  2. Umur dan berat ikan, vaksinasi jangan dilakukan pada ikan yang umurnya kurang dari 2 minggu dan berat badannya kurang dari 1 gram.

Pada awal tahun 1993 dihasilkan vaksin Hydrovet, bertujuan untuk menanggulangi penyakit ikan yang disebabkan serangan bakteriAeromonas hydrophila, karena bakteri inilah yang paling sering menimbulkan kegagalan pada usaha pembenihan dan pembesaran ikan air tawar. 

Imunisasi adalah membuat daya tahan terhadap suatu penyakit tertentu dengan cara menyuntikkan vaksin atau cara lainnya ke dalam tubuhnya atau diluar tubuhnya. Secara aplikatif, imunisasi aktif dilakukan terhadap benih ikan yang berumur minimal 2 minggu atau benih yang akan ditebar, dengan merendam ke dalam larutan vaksin. Kekebalan (immunity) terhadap serangan penyakit pada benih ikan terbentuk setelah 10 hari. Organ tubuh (benih) ikan yang berfungsi merespons kekebalan baru bisa tercapai sempurna setelah 2 minggu. Sehingga tingkat keberhasilan bisa diandalkan. 

Imunisasi pasif , imunisassi maternal diberikan melalui induk ikan yang sedang bunting, yang siap memijah. Antibodi yang dikandung induk ikan bisa diturunkan langsung kepada anaknya. Cara melakukan bisa melalui suntikan, pakan atau perendaman. Berdasarkan analisis Rukyani dan kawan-kawan (1995) biaya yang dihabiskan untuk imunisasi maternal bisa mencapai 100 kali lebih murah.

C. ANTIBIOTIK

Antibiotik adalah zat-zat kimia yang dihasilkan oleh mikroorganisme hidup terutama fungsi bakteri atau melalui sintesis, memiliki efek mematikan atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme, khususnya bakteri.

Menurut daya kerjanya, antibiotik dapat digolongkan menjadi :
1.  Antibiotik bakteriostatik, menghambat pertumbuhan dan perkembangan bakteri misalnya menghambat sintesis protein bakteri.
Contoh : tetracyclin, chloramphenicol, erythromycin.
2.  Antibiotik bakterisid, mematikan bakteri seperti menghambat biosintesis dinding sel bakteri.
Contoh : Penicillin, streptomycin, kanacymin, gentamycin, polymycin.

Ada puluhan jenis antibiotik yang telah digunakan dalam budidaya ikan dan udang, baik saat pembenihan maupun pembesaran
Contoh : Sulfamerazin, chloramphenicol. Tetracyclin (oxytetracyclin), furazolidone, prefuran, elbasyn, erythromycin dan gentamycin.

D. DESINFEKTAN

Desinfektan merupakan bahan kimia yang berasal dari sintesis unsur atau senyawa kimia. Berfungsi untuk mencegah masuknya organisme asing (terutama mikroorganisme) ke dalam tubuh organisme tertentu (ikan, udang dll) atau untuk mencuci-hamakan (mensterilkan) suatu materi dari kuman penyakit.   

Bekerja secara kimiawi, misalnya dengan jalan mengoksidasi atau mereduksi bahkan membuat lisis/kerusakan jaringan.Pada intinya tidak akan ada mikroorganisme yang mempunyai ketahanan terhadap desinfektan. Daya kerja tergantung pada dosis yang diberikan dan jenis desinfektan. 

Mulanya lebih dikenal penggunaannya dalam dunia kedokteran, kemudian bidang perikanan mengikuti contohnya, di hatchery ikan dan udang, pemakaian desinfektan mutlak diperlukan bahkan selama pembesaran ikan dan udang, penggunaan berbagai macam desinfektan sudah umum.
Contoh : Kalium (pottasium) permanganat, kuprisulfat, formalin, EDTA, sodium hipoklorit, chlorine, dll.

E. PESTISIDA

Pestisida digunakan untuk membunuh organisme predator dan kompetitor atau pengganggu lainnya ( kepiting, ikan buas, ikan penyaing, udang-udangan, siput-siputan, dll). Karena lingkup sasarannya lebih luas, pemakaian pestisida ini beresiko tinggi.

Pada mulanya digunakan dalam bidang pertanian.Pertama kali dikenal jenis arsenik atau warangan, ternyata sangat efektif untuk mengendalikan hama kentang.
Jenis pestisida yang bersumber dari organisme hidup, misalnyarotenon berasal dari
Akar tuba (Derric eleptica)
          Berdasarkan organisme sasaran , digolongkan :
1.     Insektisida (untuk membunuh serangga)
2.     Piscisida (untuk membasmi ikan)
3.     Avisida (untuk membasmi burung)
4.     Fungisida (untuk membasmi cendawan)
5.     Herbisida (untuk mengendalikan gulma)

Menurut sumbernya dibedakan menjadi :
1.     Alami, jenis pestisida yang bahan aktifnya dari organisme hidup (tumbuhan). Contoh : saponin (biji teh), rotenon (akar tumbuhan tuba), nikotin (daun tembakau).
2.     Sintetik, merupakan pestisida yang sengaja dibuat melaui suatu proses yang dibagi dalam 2 golongan : organik dan anorganik.
a. Sintetik Organik, dibedakan menjadi :
    Organoklorin (DDT,Endrin, Dieldrin, Aldrin, dll)
    Organofosfat (Diazinon, Malathion, Azodrin, dll )
    Karbonat (Carbaryl, Carbofuran, dll)
b. Sintetik Anorganik
    Pottasium Sianida (KCN), Karbid (CaC) dan Potash (K2CO3)

Biasanya sistem kerja pestisida adalah mengganggu proses metabolisme dalam tubuh organisme sasaran dan menyerang sistem syaraf.

Beberapa merek pestisida yang umum digunakan dalam persiapan tambak dan kolam untuk budidaya ikan dan udang yaitu : Chemfish 5 EC (membasmi ikan), Brestan-60 (membasmi kepiting dan trisipan), Sevin (membasmi kepiting), Sumithion 60 (membasmi larva Chironomus dan jambret atau udang renik), Aquatin(membasmi kepiting). Pestisida alami seperti saponin, rotenon dan nikotin biasa digunakan untuk memberantas hama pengganggu di saat persiapan tambak dan kolam.

Referensi :
hkti.id/pengenalan-dan-penggunaan-obat-ikann.html

Jumat, 12 Oktober 2018

Bahan Alternatif Pakan Dari Hasil Samping Industri Pangan

Bahan Alternatif Pakan Dari Hasil Samping Industri Pangan


Keberhasilan usaha budidaya ikan sangat ditentukan oleh penyediaan pakan yang memadai baik kuantitas maupun kualitas, karena pakan merupakan unsur utama dalam pertumbuhan ikan. Namun penyediaan pakan seringkali menjadi kendala disebabkan harganya yang tinggi karena biaya pembuatannya yang cukup tinggi (hampir 70% dari biaya produksi). Untuk itu Balai Budidaya Air Tawar Jambi melalui Proyek Pengembangan Rekayasa Teknologi Balai Budidaya Air Tawar Jambi mengadakan penelitian untuk mencari alternatif pakan lain yang dapat dibuat sendiri dari bahan-bahan lokal serta memanfaatkan hasil samping.

Bahan baku merupakan faktor utama yang harus tersedia dalam produksi pakan buatan dan pakan alternatif. Bahan baku secara umum dapat digolongkan menjadi dua kelompok besar yaitu bahan baku yang berasal dari tumbuhan dan hasil ikutannya (nabati) serta yang berasal dari hewan dan hasil ikutannya (hewani).
Bahan – bahan baku yang dipakai dalam pembuatan pakan ikan berfungsi sebagai sumber protein, energi, mineral dan vitamin. Faktor utama yang harus diperhatikan dalam pemilihan bahan pakan adalah kandungan nutrisi bahan, tingkat kecernaan, ketersediaan, kontinuitas dan harga.

Pakan Alternatif
Pakan alternatif adalah istilah yang diberikan untuk pakan ikan yang bahannya berasal dari bahan-bahan limbah baik yang berasal dari industri olahan makanan atau ternak yang masih termanfaatkan. Beberapa pakan alternatif yang berasal dari limbah pengolahan makanan seperti onggok, molasses, ampas tahu, ampas kecap, CPO, dll sudah banyak digunakan sebagai pakan ternak. Penggunaannya sebagai bahan pakan dapat dicampurkan dengan bahan tambahan pakan lainnya atau bisa juga diberikan secara langsung pada ikan/ternak.

1.  Minyak Inti Sawit dan Ampas Minyak Sawit
Minyak inti sawit merupakan minyak murni hasil ekstraksi biji sawit. Sedangkan sisa dari pembersihan/pemurnian tersebut diperoleh ampas minyak sawit yang berbentuk padat. Sejauh ini sudah banyak yang memanfaatkan limbah ini sebagai pakan ternak (sapi). Penggunaan minyak sawit (CPO) pada pakan dapat langsung dicampur pada pakan siap, sedangkan ampas minyak sawit dapat dicampurkan dengan bahan-bahan tambahan pakan lainnya.
Nilai gizi dari minyak inti sawit ini cukup baik yaitu kandungan protein 15,3%, lemak 57,2%; air 23,4% dan abu 11,3%, sedangkan ampas minyak sawit sebagai bahan baku pakan ikan terlebih dahulu harus diproses menjadi tepung dengan nilai gizi yang terkandung didalamnya protein 16,09%; lemak 5,39% dan abu 8,59%.

2.  Ampas Kecap
Ampas kecap merupakan limbah dari proses pembuatan kecap yang berbahan dasar kedelai yang memiliki kandungan protein cukup tinggi. Untuk menjadi bahan baku pakan,ampas kecap harus diolah menjadi tepung dengan lebih dahulu dikeringkan dalamoven/dijemur. Nilai gizi yang terkandung adalah protein 10,32%;lemak 6,93%;air 52,98% dan abu 6,72%.

3.  Onggok
Onggok yang berasal dari ubi singkong merupakan limbah padat dari pengolahan tepung tapioka. Sebagai ampas pati singkong yang mengandung banyak karbohidrat, onggok dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi, nilai gizi yang terkandung pada onggok adalah protein 3,6%; lemak 2,3%;air 20,31% dan abu 4,4%.

4.  Ampas Tahu
Ampas Tahu merupakan limbah dari proses pembuatan tahu. Untuk menjadi bahan baku pakan, ampas tahu bisa langsung diberikan pada ikan dengan tambahan sedikit ikan asin, atau dapat juga diolah lebih dulu menjadi tepung dengan mengeringkannya dalam oven/dijemur lalu digiling. Nilai gizi yang terkandung adalah protein 8,66%; lemak 3,79%; air 51,63% dan abu 1,21%.

5.  Ampas Tempe
Limbah pengolahan tempe yang berasal dari bahan baku kacang kedelai, baik berupa kupasan kulit ari kacang kedelai juga limbah cair berupa air rebusan dapat dimanfaatkan untuk bahan makanan ikan. Nilai gizi limbah pengolahan tempe lebih tinggi dibanding ampas tahu.

6.  Molases
Molases merupakan sisa hasil produksi pada industri pengolahan gula yang berbentuk cair. Molases sudah banyak dimanfaatkan sebagai bahan tambahan pakan ternak, karena kandungan gizinya cukup baik.

7.  Orgami
Orgami merupakan hasil buangan pengolahan penyedap rasa. Setelah melalui proses penyaringan raw sugar (tetes tebu) dan molases sebagai bahan baku, dihasilkan gypsum. Selanjutnya melalui tahap koagulasi dihasilkan orgami sebagai limbah cair dan dielet humus sebagai limbah padatnya. Nilai gizi orgami adalah protein 5,28%; lemak 3,41%; air 68,29% dan abu 4,77%.
(Sumber : BBAT JAMBI – DITJEN PERIKANAN BUDIDAYA )

Membasmi Bakteri Aeromonas pada Ikan Koi

Membasmi Bakteri Aeromonas pada Ikan Koi

Cara Ampuh Membasmi Bakteri Aeromonas Hydrophila Pada Ikan Koi,  Ikan Koi mati karena serangan bakteri Aeromonas Hydrophila adalah satu permasalahan yang kerap dihadapi oleh kebanyakan pembudidaya ikan Koi. Tidak cuma ikan Koi saja, bakteri Aeromonas Hydrophila juga dapat menyerang jenis ikan lainnya. Sudah pasti serangan bakteri Aeromonas Hydrophila pada ikan Koi akanberimbas pada hasilpanen yang tidak optimal. Bahkan, serangan bakteri Aeromonas Hydrophila kerap kali menyebabkan kematian masal pada ikan Koi. Hal ini karena bakteri Aeromonas Hydrophila bersifat sangat menular dan cepat menyebar ke seluruh ikan Koi yang berada dalam satu lokasi yang sama.

Bakteri Aeromonas Hydrophila

Bakteri Aeromonas Hydrophila -  Sumber Gambar: Google

Bila hal ini terjadi, bukanlah untung yang didapat melainkan jadi buntung, pasalnya pembudidaya ikan Koi akan mengalami kerugian cukup besar bila semua ikan terjangkit bakteri Aeromonas Hydrophilaini. Serangan bakteri Aeromonas Hydrophilapada ikan Koi umumnya terkait dengan buruknya kwalitas air di dalam kolam. Selain itu, penyebab lain serangan bakteri Aeromonas Hydrophilaadalah pergantian suhu yang cukup ekstrim serta kepadatan ikan yang tinggi dalam satu kolam.

*Latar Belakang*

Keberhasilan dalam budidaya ikan Koi berkaitan erat dengan pemeliharaan lingkungan serta ketahanan organisme budidaya itu sendiri terhadap serangan bakteri patogen. Satu jenisbakteri yang kerap kaliditemukan pada ekosistem perairan serta yang berfungsi sebagai microbial flora untuk organisme air dalam kondisi lingkungan yang kurang stabil adalah bakteri Aeromonas Hydrophila. Bakteri Aeromonas Hydrophila tersebut bersifat patogen terhadapjenis ikan air tawar seperti ikan Koiyang kwalitas airnya buruk. Selain itu, bakteri Aeromonas Hydrophila ini memiliki kekuatan osmoregulasi yang tinggi sehingga dapat bertahan hidup pada perairan tawar, perairan payau serta air laut yang mempunyai kandungan garam tinggi.Bakteri Aeromonas Hydrophila ini bisa menyebar melalui air, kotoran burung, saluran pencernaan hewan darat serta hewan amfibi dan reptil (Mangunwardoyo et al., 2010).

Satu masalah yang kerap dihadapi dalam budidaya intensif adalah gejolak penyakit ikan yang menyebabkan kerugian ekonomi bagi pembudidaya ikan itu sendiri. Satu jenis penyakit yang kerap ditemukan pada organisme budidaya ialah penyakit bakterial yang dikarenakan oleh bakteri Aeromonas Hydrophilla yang merupakan bakteri patogen yang mengakibatkan penyakit Motil Aeromonas Septicemia atau MAS, terlebih untuk jenis ikan air tawar di perairan tropis.

*Epidemilogi*

Bakteri Aeromonas Hydrophila adalah salah satu bakteri utama yang menyebabkan infeksi bakteri ke ikan Koi. Bakteri Aeromonas Hydrophila tersebut mulai di kenal di Indonesia sekitar tahun 1980-an, di mana bakteri tersebut mengakibatkan wabah penyakit pada ikan Karper di lokasi Jawa Barat serta mengakibatkan kematian sekitar 125 Ton ikan. Di tahun yang sama,terjadi peristiwa yang sama pula yakni serangan bakteri Aeromonas Hydrophila pada sebagian jenis ikan Mas, dan penyakit tersebut
di kenal dengan Ulcerative disease atau penyakit borok yang menyebabkan kematian.

Sekitar 173 Ton ikan Mas termasuk juga didalamnya 30% ikan-ikan kecil atau benih mati dikarenakan oleh bakteri Aeromonas Hydrophila dan Pseudomonas sp, sehingga menyebabkan kerugian yang cukup besar sekitar Rp.126 juta. Penyakit tersebut bisa mengakibatkan sistemik yang menyebabkan kematian ikan yang tinggi, menyerang ikan-ikan budidaya serta dalam kurun waktu yang singkat dapat menyebar kedaerah lain.


Bakteri Aeromonas Hydrophila adalah jenis bakteri GRNegatif yang dicirikan dengan batang pendek, berbentuk aerob serta fakultatif anaerob, tak berspora, motil, memiliki satu flagela, hidup pada rentang suhu 25-300°C. Bila satu organisme terserang bakteri ini, organisme tersebut akan memunculkan tanda-tanda penyakit Hemorhagi Septicaemia dengan tanda-tanda sebagai berikut: terdapat luka dipermukaan tubuh, insang, ulser, abses, serta perut mengembung.

*Tanda-tanda Terjangkit Bakteri Aeromonas Hydrophila*

Bakteri Aeromnas saat menyerang ikan Koi - Sumber Gambar: Google

Ikan yang terjangkit bakteri Aeromonas Hydrophila bisa ditandai dengan tanda-tanda seperti berikut:
  • Menyusutnya selaput lendir (mucus),
  • Terdapat bercak merah di bagian dada, perut, serta pangkal sirip,
  • Sisik rusak serta rontok
  • Sirip punggung, dada serta ekor rusak dan pecah-pecah, sehingga mengakibatkan ikan lemah serta kehilangan keseimbangan.

Bakteri Aeromonas Hydrophila Pada Ikan Koi -

Sumber
1. Gambar: Google
2. Tegsnda.blogspot.com

Minggu, 07 Oktober 2018

JENIS DAN DAFTAR OBAT IKAN SESUAI DENGAN KLASIFIKASINYA

JENIS DAN DAFTAR OBAT IKAN SESUAI DENGAN KLASIFIKASINYA

I. JENIS-JENIS OBAT KERAS

A. Antibiotika tersebut di bawah ini serta derivat-derivat dan garam-garamnya :
  1. Albucid, sodium;
  2. Ampicillin, sodium;
  3. Ampicillin Thrihydrate;
  4. Aureomycin;
  5. Bacitracin;
  6. Carbenicilin disodium;
  7. Cephaloridine;
  8. Chlortetracycline;
  9. Cloxacillin, sodium;
  10. Colistin Sulfate;
  11. Cycloserine;
  12. Doxycline Hyclate;
  13. Emtrysidina;
  14. Enrofloxacin;
  15. Erythromycin;
  16. Fosfomicina;
  17. Furpyridinol;
  18. Gentamycin sulfate;
  19. Griseofulvin;
  20. Kanamycin;
  21. Lincomycin;
  22. Methacillin sodium;
  23. Neomycin;
  24. Novobiocin;
  25. Oleandomycin;
  26. Oxolinic Acid (Quinolon);
  27. Paromomycin;
  28. Penicilin, Potasium;
  29. Polymyxin B, Sulfate.
B. Sulfonamida tersebut di bawah ini serta derivat-derivat dan garam-garamnya :
  1. Albucid, sodium;
  2. Sulfadiazine;
  3. Sulfadimethoxine Sodium;
  4. Sulfamethazine, Sodium;
  5. Sulfamonomethxine;
  6. Sulfanilamide;
  7. Sulfisoxazole;
  8. Trimethoprim.
C. Obat-obat anti bakteri yang lain tersebut di bawah ini serta derivat-derivat dan garam-garamnya :
  1. Acriflavine (hydrochloride dan neutral);
  2. Basic Bright Green, Oxalate;
  3. Benzentonium chlorida;
  4. Cloxacillin, Sodium;
  5. Merthiolate;
  6. Nifurpyrinol;
  7. Nifurprazine HCL.
D. Obat-obat antelmintika tersebut di bawah ini serta derivat-derivat dan garam-garamnya :
  • Antimony Potassium tartrate.

E. Obat-obat anti protozoa tersebut di bawah ini serta derivat-derivat dan garam-garamnya :
  • Acetarsone.

F. Obat-obat anesthesi tersebut di bawah ini serta derivat-derivat dan garam-garamnya :
  1. Ether;
  2. MS-22 (tricaine methanesulfonate);
  3. Propoxate;
  4. Quinaldine sulfate.
G. Vaksin :
  1. Vaksin Aeromonas;
  2. Vaksin Vibrio.
H. Imunostimulan (Sediaan Biologi) :
  1. LPS;
  2. Glucan
G. Hormon : 17 - Methyl



II. JENIS-JENIS OBAT BEBAS TERBATAS

A. Desinfektan :
  1. Acriflavine;
  2. Benzalkonium chloride;
  3. Boric acid;
  4. Calcium hypochlorite (kaporit);
  5. Chloramine – B;
  6. Copper sulfate;
  7. Formalin (37-40%);
  8. Iodophors;
  9. Paraformaldehyde;
  10. Phenoxethol;
  11. Silvol;
  12. Sodium hypochloride;
  13. Sodium Peroxide Pyrophosphate;
  14. Sodium Thiosulfate.
B. Antiseptik :
  1. Betanaphthol;
  2. Chloramine – T;
  3. Potassium Permanganate (PK, KMnO4).
C. Antibakteri :
  1. Atabrine, hyrochloride;
  2. Basic Bright Green, oxalate;
  3. Malachite Green, zinc free oxalate.
D. Antelmentika :
  1. Niclosamide;
  2. Picric Acid.
E. Feed Additive (imbuhan pakan ikan/udang) :
  1. Avilamisina;
  2. Avoparsina;
  3. Bacitracin zink;
  4. Enramisina;
  5. Flavomisina;
  6. Hygromycin B;
  7. Kitasamycin;
  8. Kolistin sulfat feed grade;
  9. Lasalosid;
  10. Linkomisina hidroklorida;
  11. Maduramisina;
  12. Monensin (natrium)
  13. Narasina;
  14. Nistatina;
  15. Salinomycin (natrium);
  16. Spiramycin (base, embonat);
  17. Tiamulin hidrogen fumarat;
  18. Tilocyn;
  19. Virginiamycin;
  20. Aklomide;
  21. Amrolium;
  22. Butynorate;
  23. Clopidol;
  24. Decoquinate;
  25. Ethopabate;
  26. Halquinaol;
  27. Olakuinol;
  28. Sulfanitran.
III. JENIS-JENIS OBAT BEBAS

A. Desinfektan dan Antiseptik :
  1. Calcium chloride;
  2. Calcium Nitrate;
  3. Lysol;
  4. Rivanol;
  5. Hydrogen Peroxida (H2O2) dengan konsentrasi kurang dari 3%.
B. Antiprotozoa :
  1. Calcium Carbonate (Ca CO3);
  2. Sodium Chloride (Na C1/garam dapur).
C. Antelmintika :
  • Garlic.
IV. ZAT AKTIF YANG DILARANG BEREDAR 
      DAN DIPERGUNAKAN SEBAGAI OBAT IKAN
  1. Nitrofuran, termasuk Furazolidone dan derivat-derivatnya;
  2. Ronidozol;
  3. Dapson;
  4. Chloramphenicol, termasuk derivat-derivatnya dan garam-garamnya;
  5. Cholichicin;
  6. Chlorpromazone;
  7. Trichlorfon;
  8. Dimetildazole;
  9. Metronidazole;
  10. Aristolochia spp.

Sumber: Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: KEP.20/MEN/2003
              tentang Klasifikasi Obat Ikan

Jumat, 05 Oktober 2018

Budidaya Ikan Tawes di Kolam Terpal

Budidaya Ikan Tawes di Kolam Terpal


Ikan Tawes (Puntius Javanicus) adalah salah satu jenis ikan air tawar yang digunakan sebagai ikan konsumsi. Nama daerah ikan tawes ini yaitu Ikan Wader atau Ikan Putihan. Ikan ini berukuran sedang dengan panjang total sekitar 330 mm. Ikan Tawes ini banyak ditemukan di sungai-sungai, anak sungai, hingga waduk. Penyebaran ikan ini terdapat di Sungai mekong, Chao Phraya, emenanjung Malaya, dan Indonesia(Sumatera dan Jawa). Terdapat beberapa jenis ikan tawes/wader/putihan ini yaitu ikan tawes biasa (berwarna kelabu) Tawes bule (bersisik albino), Tawes silap (berwarna putih kelabu), dan Tawes kumpay(berwarna putih kelabu).

Makanan ikan tawes ini yaitu tumbuhan air seperti Hydrilla verticillata Plesl dan juga Ceratophylum demersum L dan lainnya. Namun dalam budidaya ikan ini diberi pakan berupa pelet atau pakan daun.Kini banyak orang yang mencoba membudidayakan ikan tawes atau ikan wader ini baik itu di kolam terpal, kolam tembok ataupun kolam tanah. Berikut adalah Cara Budidaya Ikan Tawes atau Ikan Wader Lengkap :
1. Pemilihan Induk Ikan Wader/ Ikan Tawes/ Ikan Putihan
Ikan Tawes sudah dapat dipijahkan setelah berumur 6 bulan untuk jantan dan 12 bulan untuk betina namun sebaiknya yang dipilih sebagai induk adalah yang berumur 10 bulan lebih untuk jantan dan 14 bulan untuk betina.
Syarat ikan tawes yang baik untuk dijadikan indukan yaitu betina tidak lebih dari 6 kali kawin, Tidak terlalu tua, warnanya cerah, sisiknya besar dan teratur, memiliki gerakan yang gesit, sehat,dll.

2. Perbedaan  Jantan dan Betina Ikan Tawes

Jika sudah matang gonad, betina akan memiliki perut yang gendut, lembek, lubang genital berwarna kemerahan atau terdapat bintik merah dibagian belakang. Sedangkan jantan yang sudah matang gonad akan mengeluarkan cairan berwarna putih .
Jantan memiliki pipih yang kasar sedangkan betina memiliki pipih yang halus.
3. Tempat Pemijahan Ikan Tawes
Kolam pemijahan untuk ikan tawes dibuat persegi panjang dengan luas sekitar 200- 300 m2. Bagian dasar kolam pemijahan sebaiknya dibuat tidak terlalu berlumpur karena dapat menyebabkan telur tidak menetas.

4. Pemijahan Ikan Tawes
Biasanya pada pukul 16.00 petani akan memasukkan air dalam kolam untuk merangsang alami ikan tawes. Setelah itu, ikan akan berkejaran. Selanjutnya akan terjadi pemijahan, pemijahan tersebut terjadi pada bagian tepi yang dangkal dekat pintu air masuk. Telur hasil pemijahan akan menetas setelah 13 jam pada shu sekitar 24°C-32°C. Berikan pakan tambahan pada indukan berupa dedak, kangkung atau yang lainnya. Sedangkan larva diberi pakan berupa dedak halus.5. Pendederan Ikan Tawes
Kolam yang akan digunakan untuk pendederan berukuran sekitar 300-600 m2, kemudian kolam pendederan dipupuk terlebih dahulu menggunakan pupuk kandang. Selanjutnya kolam pendederan diisi air setinggi 40 cm pada pintu masuk air dan 75 cm pada pintu keluar air.

Selanjutnya benih ikan yang telah berukuran sekitar 2 cm atau telah berumur 3-4 minggu ditebar dalam kolam pendederan dengan kepadatan sekitar 10-15 ekor per m2. Benih dalam kolam pendederan selama 3-4 minggu dan benih dapat dipanen setelah berukuran sekitar 3-5 cm.

6. Pembesaran Ikan Tawes
Benih yang telah berukuran 5-8 cm ditenbar dalam kolam pembesaran dengan kepadatan sekitar 3-4 ekor per m2. Air dalam kolam pembesaran diisi dengan ketinggian sekitar 40 cm 60 cm dengan aliran air stabil dan debitnya tidak terlalu besar. Pembesarn ikan ini membutuhkan waktu sekitar 4-6 bulan selanjutnya, ikan tawes dapat dipanen untuk menjadi indukan kembali ataupun dijual pada konsumen untuk konsumsi.

Demikian artikel pembahasan tentang”Panduan Lengkap Cara Budidaya Ikan Tawes Dengan Mudah Dan Hasil Melimpah“.

Sumber: Infoikan.com/cara budidaya ikan tawes

GEMAR IKAN

GEMAR IKAN



Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan



Apa Itu GEMAR IKAN?


Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMAR IKAN) adalah gerakan moral yang memotivasi masyarakat untuk mengkonsumsi ikan secara teratur dalam jumlah yangn disyaratkan bagi kesehatan agar terbentuk manusia Indonesia yang sehat, kuat dan cerdas.Dan dalam lingkup kehidupan masyarakat terkecil yaitu keluarga, Ibu memegang peranan penting dalam pengaturan asupan gizi keluarga.


Mengapa Harus Makan Ikan?

1.    Ikan mempunyai nilai gizi yang sangat tinggi dan lengkap.

Protein
13-20% per 100 gram ikan
Mineral
Fosfor, zat besi, kalsium, iodium, selenium dan kalium
Vitamin
Vit. A, B1, B6, B12,
Vit D dan Vit. E
Lemak
Asam lemak tidak jenuh



2.    Meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan otak anak.

a.    DHA pada daging ikan dapat meningkatkan kecerdasan anak dan kesehatan mata.

b.    AA pada daging ikan berfungsi untuk pertumbuhan dan kekebalan tubuh dari berbagai penyakit.

c.    EPA dan DHA dapat menurunkan kolesterol dalam hati dan jantung.

d.    Nilai protein ikan sangat tinggi. Ikan mengandung protein yang lebih lengkap dibanding dengan protein hewani lainnya. Protein dalam tubuh ikan mengandung 20 asam amino penting terutama lysis, valin dan methionin. Protein ini berguna untuk pertumbuhan badan

3.    mempertahankan dan memelihara kesehatan tubuh serta mencerdaskan otak.

4.    Kandungan asam amino essensial sangat tinggi. Asam lemak tidak jenuh Omega 3 berfungsi untuk proses tumbuh kembangnya sel-sel otak yang sangat baik bagi tumbuh kembang otak anak. Omega 3 juga mempunyai kemampuan 2-5 kali untuk melawan kolesterol, memperlancar peredaran darah sehingga dapat mencegah terjadinya penyumbatan pembuluh darah yang merupakan penyebab penyakit jantung koroner. Omega 3 juga dapat mengurangi tekanan darah dan mencegah penyakit kulit serta mengurangi peradangan.



5.    Kandungan kolesterol rendah. 
     Asam lemak ikan merupakan asam lemak essensial yang sifatnya tidak jenuh. Asam lemak tidak jenuh sangat bermanfaat untuk mempertahankan kesehatan tubuh dan menjaga kestabilan kadar kolesterol. Asam eikosapentaenoat (EPA) dan asam dokosaheksaenoat (DHA), keduanya bermanfaat dalam menurunkan kolesterol dalam darah dan meningkatkan pertumbuhan sel-sel otak sikecil
Makan Ikan Harus Dibiasakan Sejak Dini


1.    Daging ikan mudah dicerna. Mulai dari balita sampai dengan lansia dapat menikmatinya. Penyerapan protein pun tingkat cernanya sangat tinggi. Sehingga baik bagi anak-anak yang memiliki pencernaan yang agak bermasalah.
2.    Diversifikasi olahan ikan pun sangat beragam. Diversifikasi ini mampu menarik anak-anak untuk menyukai mengkonsumsi ikan. Selain karena mudah dimakan, rasanya yang lezat, olahan yang beragam, dan cepat dapat disajikan.
3.    Rasanya enak dan gurih sesuai dengan selera anak.
4.    Mengandung asam amino essensial dan asam lemak Omega 3.

Ciri-Ciri Ikan Segar

1.     Mata terang, bening, menonjol dam cembung.
2.     Warna kulit cemerlang, sisik kuat dan mengikat.
3.     Daging elastis dan kenyal.
4.     Bau ikan segar dan spesifik (khas).

Jenis Komoditas Perikanan

  1. Ikan laut : tuna, kakap merah, kembung, cumi-cumi, udang, dll.
  2. Ikan air tawar : ikan mas, nila, gurame, lele, patin, bawal, dll.
  3. Ikan air payau : bandeng, udang, dll.
  4. Kepiting, rajungan, kerang, rumput laut, dll.
Sumber :
adia-luhkan.blogspot.co.id/2010/01/gemarikan-gerakan-memasyarakatkan-makan.html 

TEKNIK PENGGARAMAN IKAN

  Penggaraman merupakan cara pengawetan ikan yang banyak dilakukan oleh pengolah ikan. Ikan yang diawet dengan garam disebut ikan asin. Ga...