Jumat, 09 November 2018

PERAIRAN UMUM DARATAN

PERAIRAN UMUM DARATAN

PERAIRAN UMUM DARATAN - Perairan umum daratan terdiri dari sungai, danau, dan waduk selama ini peranan belum termaksimalkan semua. Banyak nya PUD ini selain bisa memberikan nilai tambah atau pendapatan lain nya kalau di maksimalkan akan memberikan sumbangan yang tidak sedikit.

PUD kebanyakan di isi dengan budidaya ikan, banyaknya pembudiya ini kalau di beri kemampuan yang lebih dengan diberikan nya kemudahan modal dan akses yang luas bukan tidak mungkin pembudidaya di indonesia bisa bersaing dengan negara luar.
PERAIRAN UMUM DARATAN

Pemanfaatan sumberdaya alam di Perairan Umum Daratan (PUD) secara luas dan efisien merupakan tuntutan dalam pembangunan nasional.  Keperluan akan sumberdaya tersebut terus menerus meningkat baik ditujukan bagi perikanan, pengairan, pariwisata dan keperluan umum, sehingga dibutuhkan pengelolaan perikanan dengan memperhitungkan collaborative management antar sektor yang terkait. 
Untuk mendukung suatu program pengelolaan sumberdaya perikanan tangkap di PUD yang efektif, optimal dan terpadu guna menjamin produksi ikan yang optimum dan berkelanjutan dengan tetap mempertimbangkan peningkatan kesejahteraan hidup terutama masyarakat yang memanfaatkan dan di sekitar PUD, telah terlaksana kegiatan Forum Koordinasi Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Tangkap Perairan Umum Daratan (FODILAPETA PUD) Tingkat Provinsi

1) Tujuan utama pengelolaan dan pemanfaatan Perairan Umum Daratan (waduk, sungai, genangan, rawa, sariban dan danau/situ) adalah sebagai Penyedia air baku yang dapat dimanfaatkan untuk irigasi, PLTA, pariwisata termasuk untuk kegiatan perikanan;

2) Kondisi ekosistem PUD telah terjadi penurunan kualitas dan kapasitas sumberdaya perairan yang diakibatkan oleh sedimentasi/pendangkalan, penurunan volume air, meningkatnya populasi gulma,  pencemaran serta alih fungsi;

3) Beberapa Kabupaten/Kota telah memiliki Peraturan Daerah (PERDA) tentang pengelolaan PUD namun dalam realisasi pelaksanaannya masih banyak terjadi pelanggaran baik pengaturan zonasi dan penggunaan alat tangkap tidak ramah lingkungan tanpa ada tindakan nyata atas pelanggaran tersebut;

4) Guna pemulihan sumber daya ikan yang berkesinambungan di PUD dibutuhkan kegiatan penebaran benih ikan yang dilakukan oleh masyarakat dengan jenis ikan yang disesuaikan dengan ekosistem PUD atau jenis ikan spesifik lokal yang memperhatikan  kualitas,  kuantitas  dan waktu penebaran;

5) Untuk menjamin ketersediaan benih ikan spesifik lokal perlu di lakukan pengembangbiakan jenis ikan tersebut yang dilakukan oleh UPTD Provinsi/Kab/Kota serta UPR;

6) Dalam rangka memberdayakan nelayan PUD perlu dibentuk kelompok pengelola dengan pendekatan co-management yang merupakan salah satu usaha untuk meningkatkan kesadaran pemanfaatan sumberdaya ikan yang lestari selanjutnya perlu adanya petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis pembentukan kelompok nelayan PUD;

7) Dalam rangka meningkatkan pengawasan maka perlu dibentuk POKMASWAS di setiap Kabupaten/Kota yang terintegrasi dengan kelompok pengelola.

8) Dalam rangka meningkatkan peran POKMASWAS diperlukan sarana penunjang berupa alat transportasi air, lampu sorot, peta lokasi, kamera, GPS, alat komunikasi serta dukungan finansial untuk operasi pengawasan terutama pada PUD yang luas, khususnya waduk dan sungai;

9)    Peningkatan responsibilitas aparat/instansi yang berwenang untuk menindaklanjuti hasil laporan POKMASWAS

10) Pengembangan kegiatan perikanan di PUD untuk menjadi kawasan minapolitan berbasis perikanan tangkap masih perlu pengkajian lebih mendalam oleh PEMDA setempat karena PUD masih didominasi oleh kegiatan budidaya.

11) Guna meningkatkan kesadaran masyarakat dan kelestarian sumber daya ikan, penangkapan ikan yang bertanggungjawab diperlukan koordinasi antar instansi terkait, pembinaan, sosialisasi, pembuatan papan larangan, 

pemberian sanksi dan atau penegakan hukum terhadap terjadinya pelanggaran antara lain: pencemaran, penangkapan ikan tidak ramah lingkungan seperti penggunaan racun, bahan peledak, stroom, bahan kimia terlarang, serta penggunaan ukuran mata jaring < 2 inchi.

12) Guna meningkatkan akses permodalan kelompok nelayan PUD, diusulkan program Sertifikasi Hak Atas Tanah (SeHAT) nelayan dan Pengembangan Usaha Mina Perdesaan (PUMP) Bidang Perikanan Tangkap yang dapat diikuti oleh kelompok PUD.

13) Rumusan FODILAPETA-PUD Tingkat Provinsi Jawa Barat disusun berdasarkan kertas kerja (Terlampir) yang dibuat oleh 26 Kabupaten/Kota untuk disosialisasikan di masing-masing daerah  dan sebagai acuan dalam menyusun kegiatan  pengelolaan sumberdaya perikanan tangkap di PUD.

Sumber :
perikanan38.blogspot.com/2015/

3 JENIS ALAT PENANGKAP IKAN YANG DILARANG DI INDONESIA

3 JENIS ALAT PENANGKAP IKAN YANG DILARANG DI INDONESIA

3 JENIS ALAT PENANGKAP IKAN YANG DILARANG DI INDONESIA - Fenomena cantrang dan di perbolehkan nya kembali memang saat ini masih mengundang polemik di semua insan perikanan. Karena mereka menilai bahwa beroperasi kembali cantarang karena desakan politik dan kebijakan tersebut untuk meredam gejolak nelayan di pantura.

Walaupun diperbolehkannya dengn berbagai syarat yang harus di penuhi oleh nelayan cantrang. Mengulas kembali apa saja alat tangkap yang di larang di indonesia.Kementerian Kelautan dan Perikanan menerbitkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 71/PERMEN-KP/2016.

PERMEN tersebut tеntаng pembagian Jalur Penangkapan Ikan dan Penempatan Alat Penangkapan Ikan dі Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP)Negara Republik Indonesia. 

Peraturan уаng ditandatangani langsung оlеh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pada tanggal 30 Desember 2016. Akibat keluarnya PERMEN tersebut maka desakan agar menteri susi mundur semakin Santer terdengar.

Tujuan dibuatnya untuk mewujudkan pemanfaatan sumber daya ikan уаng bertanggung jawab, optimal dan berkelanjutan serta mengurangi konflik pemanfaatan sumber daya ikan bеrdаѕаrkаn prinsip pengelolaan sumber daya ikan.

Peraturan Menteri tеrѕеbut mengatur bеbеrара hal, satu diantaranya аdаlаh mengenai alat penangkapan ikan уаng mengganggu dan merusak. 

3 JENIS ALAT PENANGKAP IKAN YANG DILARANG DI INDONESIA

3 JENIS ALAT PENANGKAP IKAN
PENANGKAP IKAN YANG DILARANG

Pada pasal 21 disebutkan bаhwа Alat Penangkapan Ikan (API) уаng mengganggu dan merusak keberlanjutan sumber daya ikan merupakan API уаng apabila dioperasikan аkаn mengancam kepunahan biota, mengakibatkan kehancuran habitat, dan membahayakan keselamatan pengguna.

API уаng mengganggu dan merusak keberlanjutan sumber daya ikan terdiri dаrі bеbеrара jenis. 

- Jenis pertama аdаlаh pukat tarik (seine nets), 

уаng meliputi - dogol (danish seines), - scottish seines, - pair seines, - cantrang, dan lampara dasar. 

- Jenis kedua аdаlаh pukat hela (trawls), 

уаng meliputi 

- pukat hela dasar (bottom trawls), 

- pukat hela dasar berpalang (beam trawls), 

- pukat hela dasar berpapan (otter trawls), 

- pukat hela dasar dua kapal (pair trawls), 

- nephrops trawl, 

- pukat hela dasar udang (shrimp trawls), 

- pukat udang, 

- pukat hela pertengahan (midwater trawls), 

- pukat hela pertengahan berpapan (otter trawls), 

- pukat ikan, 

- pukat hela pertengahan dua kapal (pair trawls), 

- pukat hela pertengahan udang (shrimp trawls), dan 

- pukat hela kembar berpapan (otter twin trawls). Sеmеntаrа 

- jenis ketiga аdаlаh perangkap, 

уаng meliputi perangkap ikan peloncat (Aerial traps) dan Muro ami.

Terhadap API уаng mengganggu dan merusak keberlanjutan sumber daya ikan tеrѕеbut dilarang dioperasikan pada ѕеmuа jalur penangkapan ikan dі seluruh WPPNRI

Sumber :
perikanan38.blogspot.com/2018/02/3-jenis-alat-penangkap-ikan-yang.html

Jumat, 02 November 2018

Bahan Baku Nabati untuk Pakan Ikan

Bahan Baku Nabati untuk Pakan Ikan 

Bahan nabati biasanya juga merupakan sisa - sisa produksi. Pada umumnya merupakan sumber karbohidrat. Tapi banyak juga yang kaya akan protein dan vitamin.


Di bawah ini ada beberapa jenis bahan baku yang berasal dari bahan nabati yang juga kaya akan protein sekaligus vitamin yang bagus buat pakan ikan maupun ternak hewan lainnya.


Bahan Baku Nabati untuk Pakan Ikan

1. Bahan Baku Nabati untuk Pakan Ikan- Dedak


Yang bisa kita namakan dedak adalah dedak padi. Kita mengenal dua macam dedak, yaitu dedak halus (katul) dan dedak kasar.

Dedak halus merupakan kulit ari beras, yang kita dapatkan pada proses penyosohan beras. Sedangkan dedak kasar merupakan hancuran kulit padi.

Yang kita pilih sebagai bahan baku nabati untuk pakan ikan adalah dedak halus (katul). Dedak yang bermutu baik, kandungan gizinya adalah sebagai berikut:
  1. Protein
  2. Lemak
  3. Karbohidrat
  4. Abu
  5. Serat kasar
  6. Air
  7. Nilai ubah

Dalam menggunakan dedak halus untuk campuran makanan ikan, kita harus berhati - hati juga memilihnya. 



Sebab besar sekali kemungkinannya dedak itu banyak campurannya, seperti hancuran sekam, pasir, batu, tepung batu, dan lainnya.



Selain itu, dedak yang sudah terlalu lama disimpan (sampai 3 bulan atau lebih(, mutunya juga sudah merosot. Vitaminnya rusak dan baunya tengik.



Tips memilih dedak sebagai bahan baku nabati untuk pakan ikan adalah sebagai berikut:



- Kita perhatikan baunya. Untuk itu kita cium dedaknya dan kita rasakan apakah berbau enak atau tidak (bila berbau tengik, berbau jamur apek, atau berbau obat berarti jelek)



- Kita perhatikan kelembapannya. Untuk itu kita raba dedaknya dengan tangan. Dedak yang baik akan melekat pada seluruh telapak tangan.



-  Bentuk luarnya kita perhatikan, apakah berbentuk seperti kapur halus, kasar, atau lembut.

- Kita perhatikan berat sejumlah dedak yang kita amati dengan dedak yang sudah jelas bermutu baik dalam jumlah yang sama, untuk mengetahui adanya bahan campuran.

- Warnanya kita perhatikan, dengan berpedoman bahwa warna dedak halus sesuai dengan warna berasnya. Ada yang kuning abu-abuan, kuning muda, dan kecoklatan.

2. Dedak Gandum

Bahan Baku Nabati untuk Pakan Ikan


Bahan baku nabati untuk pakan ikan selanjutnya adalah dedak gandum. Dedak gandum adalah hasil hasil samping dari perusahaan pengolahan tepung terigu.

Ada 2 macam dedak gandun, akan tetapi yang paling baik adalah dedak gandum jenis "wheat pollard". Yang mempunyai kandungan gizi sebagai berikut:

  1. Protein
  2. Lemak
  3. Karbohidrat
  4. Abu
  5. Serat
  6. Air
  7. Nilai ubah

3. Jagung
Kita mengenal 2 macam jagung, yaitu jagung kuning dan jagung putih. Jagung kuning mengandung protein dan energi yang tinggi, dengan daya lekat yang kurang.

Warnanya agak kekuning-kuningan, kuning muda, atau kecoklat-coklatan.

Sedangakan jagung putih berwarna putih agak keabu-abuan. Kandungan protein dan energinya rendah, dengan daya lekat yang tinggi.

Sebagai bahan baku nabati untuk pakan ikan, jagung termasuk sukar dicerna. Bahkan mereka dapat menghambat pertumbuhan, walaupu kesehatan ikan tidak terganggu.

Ikan yang diberikan mjagung produksiny dapat turun 50% lebih rendah daripada yang tidak diberi jagung. Karena itu, jagung tidak populer di dunia makanan ikan.


Bahan Baku Nabati untuk Pakan Ikan



4. Cantel
Cantel atau sorgum, warnanya bermacam-macam. Ada yang merah, putih, kecoklatan, dan sebagainya. 

Yang lebih banyak digunakan adalah yang berwarna putih. Sebagai bahan ramuan makanan ikan, cantel perlu kita tepungkan lebih dahulu. Berikut kandungannya:

  1. Protein
  2. Lemak
  3. Karbohidrat
  4. Abu
  5. Serat
  6. Air
  7. Nilai ubah

Suatu kelemahan pada cantel adalah terdapat zat tanin yang dapat menghambat pertumbuhan. Cantel yang berwarna kelam mengandung tanin lebih banyak daripada yang berwarna pucat.

Untuk menghilangkan pengaruh tanin tersebut, kita dapat menambahkan metionin, atau dapat pula dengan nyosohan yang lebih banyak, sehingga kulit airnya terkelupas bersih.

5. Tepung Terigu
Bahan baku nabati untuk pakan ikan tepung terigu ini berasal dari biji gandum. Di samping sebagai sumber energi, tepung terigu juga berguna sebagai bahan perekat.

Penggunaannya antara lain untuk membuat makanan burayak udang. Jadi kebutuhannya juga tidak banyak. Komposisi gizi sebagai berikut:

  1. Protein
  2. Lemak
  3. Karbohidrat
  4. Abu 
  5. Dan Air

6. Bahan Baku Nabati untuk Pakan Ikan - Tepung Kedelai
Tepung kedelai merupakan bahan yang penting untuk menyusun ramuan makanan ikan, sebab nilai biologisnya cukup tinggi.

hal itu disebabkan karena biji kedele mengandung asam amino lisin, yang merupakan asam amino paling esensial diantara asam amino yng lain.

Kebutuhan ikan akan lisin sekitar 2% dari berat makanan.Oleh karena itu, dalam menyusun ramuan makanan ikan sebaiknya jangan melupakan tepung kedelai.

Jumlahnya sebaiknya tidak kurang dari 10%. Makanan yang dicampuri tepung kedelai aromanya juga menjadi lebih sedap.

Tapi biji kedelai juga ada kelemahannya, yaitu adanya suatu zat yag dapat menghambat enzim tripsin (pemecah protein). 

Hal ini dapat menghambat pertumbuhan. Tapi apabila kedelai sudah kita masak, zat yang mengganggu itupun sudah musnah. Jadi kita jangan perlu khawatir lagi.

Kadungan gizi tepung kedelai antara lain:

  1. Protein
  2. Lemak
  3. Karbohidrat
  4. Abu
  5. Serat
  6. Air
  7. Nilai ubah

Tahu sebenarnya tepungkedelai juga, tapi telah kita proses secara khusus. Di dalam praktek, penggunaan tahu mentah tidak perlu dimasak lagi, karena dalam proses pembuatan sudah masakan.

Kandungn gizi tahu sebagai berikut:

  1. Protein
  2. Lemak
  3. Karbohidrat
  4. Air

7. Ampas Tahu
Bahan baku nabati untuk pakan ikan dari ampas tahu ini sering juga kita gunakan sebagai bahan ramuan makanan ikan. Walaupun sudah merupakan ampas, tapi kandungan gizinya masih cukup baik.

Agar tidak cepat basi dan busuk, perlu kita keringkan dan kita jadikan tepung. Kandungan gizi ampas tahu sebagai berikut:

  1. Protein
  2. Lemak
  3. Karbohidrat
  4. Serat kasar
  5. Abu
  6. Air

Untuk membuat makanan udang windu, jumlah penggunaan ampas tahu dapat mencapai 25%.

8. Bungkil Kacang Tanah
Bungkil kacang tanah adalah ampas dari pembuatan minyak kacang. Setelah kita jadikan tepung kering, kandungan gizinya adalah sebagai berikut:

  1. Protein
  2. Lemak
  3. Karbohidrat
  4. Abu
  5. Serat kasar
  6. Air
  7. Nilai ubah

Sebagai bahan baku nabati makanan ikan, bungkil kacang tanah ada kelemahannya, yaitu dapat menyebabkan penyakit kurang vitamin.

Gejala yang timbul antara lain adalah keadaan sirip yang tidak normal. Oleh karena itu, penggunaannya dalam ramuan ikan dapat kita batasi.

9. Bahan Baku Nabati untuk Pakan Ikan - Bungkil Kelapa
Bungkil kelapa merupakan ampas dari pembuatan minyak kelapa. Sebagai bahan makanan ikan, jumlahnya dapat mencapai 20% dari seluruh campuran.

Sebelum kita gunakan sebagai campuran ramuan, terlebih dahulu perlu kita jadikan tepung. Kandungan gizinya antara lain:

  1. Protein
  2. Lemak
  3. Karbohidrat
  4. Abu
  5. Serat kasar
  6. Air


10. Biji kapuk atau Randu
Bahan baku nabati untuk pakan ikan dari biji kapuk ini dapat kita ambil minyaknya saja.

Sedangkan bungkilnya dapat juga manfaatkan untuk bahan makanan ikan. Karena bungkil biji kapuk mengandung zat siklopropenoid yang bersifat sebagai racun bius, maka penggunaannya perlu kita batasi dari 5%

11. Biji Kapas
Seperti halnya biji kapuk, biji kapas pun dapat juga kita buat minyak. Bungkilnya dapat kita gunakan untuk makanan ikan, karena gizinya masih cukup baik.

Lemaknya termasuk bermuru baik, karena terdiri dari asam-asam lemak jenuh, yang termasuk sebagai asam lemak esensial.

Tapi biji kapas pun mempunyai kelemahan, yaitu adanya zat gosipol yang dapat bersifat sebagai racun, yaitu mengakibatkan kerusakan hati dan pendarahan atau pembengkakan jaringan tubuh. 

Untuk menghilangkan zat beracun tersebut, bungkil kapas itu perlu kita masak lebih dahulu sebelum kita gunakan.

12. Tepung Daun Turi
Bahan baku nabati untuk pakan ikan tepung daun turi ini sering kita gunakan untuk campuran makanan ikan herbivora. Kandungan gizinya adalah sebagai berikut:

  1. Protein
  2. Lemak
  3. Karbohidrat
  4. Serat kasar
  5. Abu
  6. Air

Selain mengandung zat-zat seperti di atas, daun turi juga banyak mengandung vitamin (vitamin E, tiamin, piridoksin, asam pantotenet, biotin, karoten, dan riboflavin), serta mineral (terutama kapur).

Daun turi segar, apabila telah dikeringkan bobotnya tinggi 15 - 20%.

Dalam hal penggunaan tepung daun turi ini (juga daun polong-polongan lainnya(, kita perlu berhati-hati.

Sebab tepung daun turi mengandung senyawa beracun, lebih - lebih bila jumlahnya banyak. Senyawa-senyawa tersebut antara lain adalah asam biru (HCN), lusein, dal alkoloid.

Daun pohon turi yang berbunga merah kadar racunnya lebih tinggi lagi daripada yang berbunga putih.

13. Tepung Daun Lamtaro
Daun lamtaro (petai cina) juga dapat kita jadikan sebagai bahan baku nabati untuk pakan ikan, akan tetapi juga terdapat kandungan racun yang disebut mimosin.

Pada hewan-hewan ternak di darat, zat tersebut dapat mengakibatkan kerontokan bulu. Oleh karena itu penggunaannya perlu kita batasi, yaitu sekitar 5% saja.


14. Tepung Daun Ketela Pohon


Daun ketela pohon (singkon, ubi kayu), juga dapat kita jadikan sebagaibahan baku nabati untuk pakan ikan sebagai tepung untuk campuran makanan ikan. 

Kandungan gizi tepung daun ketela anta lain:

  1. Protein
  2. Lemak
  3. Karbohidrat
  4. Air

Dalam hal ini pun kita perlu hati-hati, karena daun ketela juga mangandung racun (asam biru) tinggi. 

Tinggi rendahnya kadar HCN tersebut tergantung pada jenis singkongnya. Oleh karena itukita perlu memilih jenis ketela pohon yang tidak beracun. Selain itu, jumlah penggunaannya perlu kita batasi.

15. Isi Perut Hewan Memamah Biak
Hewan-hewan ternak yang memamah biak seperti sapi, kerbau, kambing, dan domba, isi perut besarnya juga dapat kita gunakan untuk campuran makanan ikan.

Bahan tersebut dapat kita peroleh dari rumah potongan ternak. Isi perut yang masih basah perlu segera kita keringkan dan kita giling menjadi tepung.

Kandungan gizi tepung isi perut hewan memamah biak sebagai berikut:
Protein        : 8,39%
Lemak         : 5,54%
Karbohidrat  : 33,51%
Serat kasar  : 20,34%
Abu             : 17,32%
Air               : 14,9%
Nilai ubah    : 2


Bahan Baku Nabati untuk Pakan Ikan


Bahan Baku Nabati untuk Pakan Ikan


Bahan Baku Nabati untuk Pakan Ikan


Bahan Baku Nabati untuk Pakan Ikan


Bahan Baku Nabati untuk Pakan Ikan


Bahan Baku Nabati untuk Pakan Ikan


Inilah beberapa bahan baku nabati untuk pakan ikan yang mudah kita temukan di sekitar kita dengan harga murah, sekaligus bisa gratis. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.                                                                                                                                           
Sumber : infoikan.com/2017/06/bahan-baku-nabati-untuk-pakan-ikan


TEKNIK PENGGARAMAN IKAN

  Penggaraman merupakan cara pengawetan ikan yang banyak dilakukan oleh pengolah ikan. Ikan yang diawet dengan garam disebut ikan asin. Ga...